MajalahKita.com – Di usianya yang baru menginjak 9 tahun, Mahira telah memiliki mimpi besar yang tidak dimiliki banyak anak seusianya. Selain ingin menjadi aktris, Mahira juga bercita-cita menjadi seorang sutradara yang mampu menciptakan karya-karya film berkualitas.
Saat ini, Mahira aktif mengikuti Kelas Akting Film Balikpapan Community (FBC). Melalui berbagai latihan akting, produksi film pendek, dan proses kreatif bersama komunitas, ia terus mengembangkan kemampuan di dunia perfilman.
Menariknya, Mahira tidak hanya ingin tampil di depan kamera. Ia juga ingin memahami bagaimana sebuah film dibuat dari balik layar. Keinginannya menjadi sutradara semakin kuat setelah mendapat kesempatan mengarahkan sebuah film pendek beberapa waktu lalu.
Menurut Mahira, pengalaman pertamanya menjadi sutradara merupakan tantangan yang tidak mudah.
“Capek sekali, ternyata menjadi sutradara itu tidak mudah. Tapi aku senang dan ingin terus belajar supaya nanti bisa menjadi sutradara yang hebat,” ujar Mahira.
Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa menjadi seorang director membutuhkan kesabaran, tanggung jawab, kemampuan memimpin tim, serta kreativitas dalam menerjemahkan cerita menjadi sebuah karya visual.
Semangat Mahira menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk memiliki mimpi besar. Dengan tekad yang kuat dan kemauan untuk terus belajar, ia terus melangkah mengembangkan diri, baik sebagai pemeran maupun calon sutradara masa depan.
Film Balikpapan Community (FBC) pun memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengenal berbagai profesi di industri perfilman, mulai dari seni peran, penulisan naskah, hingga penyutradaraan. Kesempatan tersebut menjadi wadah bagi Mahira untuk terus mengejar cita-citanya.
Kisah Mahira menjadi inspirasi bahwa keberanian mencoba hal baru, kerja keras, dan semangat belajar sejak dini dapat membuka jalan menuju impian. Dengan dedikasi yang ia tunjukkan di usia 9 tahun, bukan tidak mungkin suatu hari nanti Mahira akan dikenal sebagai sutradara muda yang mampu melahirkan karya-karya membanggakan bagi Indonesia.
Penulis: Redaksi












