MajalahKita.com– Tidak semua perjalanan besar dimulai dari kemudahan. Ada yang lahir dari keterbatasan, ditempa oleh perjuangan, lalu tumbuh menjadi harapan bagi banyak orang. Itulah kisah Agust Sabhara, atau yang lebih dikenal sebagai Bang Bara seorang jurnalis, videografer, sineas, sekaligus pendiri Film Balikpapan Community (FBC) yang mendedikasikan hidupnya untuk membangun ruang berkarya bagi generasi muda.
Lahir di Balikpapan, 23 Agustus 1982, Bang Bara tumbuh sebagai pribadi yang mencintai dunia seni. Musik, menulis, dan bercerita telah menjadi bagian dari hidupnya sejak usia muda. Setelah menamatkan pendidikan di STM Pangeran Antasari, ia menyimpan impian untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, kenyataan berkata lain. Kondisi ekonomi keluarga membuat cita-cita itu harus dikubur sementara.
Di persimpangan antara menyerah atau terus melangkah, Bang Bara memilih jalan yang tidak mudah. Ia percaya bahwa pendidikan tidak hanya diperoleh di ruang kuliah, tetapi juga dari pengalaman hidup yang dijalani dengan kesungguhan.
Kesempatan emas datang pada tahun 2003, ketika Kaltim Post Group membuka penerimaan jurnalis. Meski belum memiliki pengalaman profesional, ia memberanikan diri mengirimkan lamaran. Dari puluhan pelamar, namanya terpilih. Sejak saat itu, lembaran baru kehidupannya dimulai.
Dunia jurnalistik menjadi sekolah kehidupan yang sesungguhnya. Setiap liputan mengajarkannya tentang keberanian, kejujuran, kepekaan, dan bagaimana sebuah cerita mampu mengubah cara pandang seseorang. Kamera dan pena bukan lagi sekadar alat kerja, melainkan jembatan untuk menyampaikan suara masyarakat.
Kehausannya terhadap dunia visual membawanya bergabung dengan Bukadri Vision. Di sana, ia tidak hanya menjadi jurnalis, tetapi juga kameramen dan editor. Ia belajar bahwa sebuah gambar mampu menyampaikan emosi yang bahkan tidak sanggup diucapkan oleh kata-kata. Pengalaman itu semakin memperkaya kemampuannya di dunia produksi audio visual.
Dedikasinya akhirnya mengantarkan Bang Bara dipercaya sebagai Reporter Kontributor tvOne pada 2014, sebuah amanah yang dijalankannya hingga 2024. Selama satu dekade lebih, ia meliput berbagai peristiwa penting, bertemu beragam tokoh, serta mengabadikan banyak kisah kehidupan dari balik lensa kamera. Semua pengalaman itu membentuk cara pandangnya tentang kekuatan sebuah visual dalam menginspirasi masyarakat.
Namun di balik kesibukannya sebagai jurnalis televisi, ada satu mimpi yang terus ia rawat: menghadirkan ruang bagi anak-anak muda Balikpapan yang memiliki bakat, tetapi tidak memiliki kesempatan untuk berkembang.
Ia melihat begitu banyak talenta yang terpendam. Anak-anak yang memiliki keberanian bermimpi menjadi aktor, sutradara, penulis naskah, kameramen, editor, maupun kreator konten, tetapi tidak memiliki wadah untuk belajar dan berkarya.
Dari kegelisahan itulah lahir Film Balikpapan Community (FBC).
Komunitas ini dibangun bukan semata untuk membuat film, tetapi untuk membangun manusia. Sebuah ruang yang terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang ekonomi, pendidikan, maupun pengalaman. Di FBC, setiap orang diberi kesempatan untuk belajar, mencoba, gagal, bangkit, dan tumbuh bersama.
Dengan semangat gotong royong, Bang Bara membimbing para anggota secara sukarela. Ia berbagi ilmu jurnalistik, videografi, penyutradaraan, penulisan skenario, editing, hingga produksi film. Baginya, ilmu akan jauh lebih bermakna ketika dibagikan kepada orang lain.
Perlahan tetapi pasti, komunitas yang dahulu hanya dihuni segelintir orang mulai berkembang. Berbagai film pendek berhasil diproduksi, festival demi festival diikuti, penghargaan dan nominasi mulai diraih, serta semakin banyak generasi muda yang menemukan rasa percaya diri melalui karya-karya mereka.
Tidak berhenti sampai di sana, Bang Bara kemudian mendirikan Kelas Akting FBC sebagai langkah lanjutan dalam mencetak aktor dan aktris muda berbakat. Kelas ini tidak hanya mengajarkan teknik akting, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, etika, dan rasa saling menghargai karena baginya, karakter yang baik adalah fondasi utama seorang seniman.
Bagi Bang Bara, kesuksesan bukanlah ketika dirinya dikenal banyak orang, melainkan ketika murid-muridnya kelak mampu melampaui pencapaiannya dan membawa nama Balikpapan ke panggung perfilman yang lebih luas.
Hari ini, Film Balikpapan Community telah tumbuh menjadi rumah kreatif yang melahirkan karya, membangun persaudaraan, dan membuka jalan bagi lahirnya generasi sineas baru dari Kota Balikpapan.
Di balik setiap adegan yang direkam, setiap naskah yang ditulis, dan setiap tepuk tangan yang diterima, tersimpan satu keyakinan yang selalu dipegang Bang Bara:
“Mimpi tidak pernah gagal karena keterbatasan. Mimpi hanya gagal ketika seseorang berhenti memperjuangkannya. Selama masih ada kemauan untuk belajar dan berkarya, selalu ada harapan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.”
Penulis: Redaksi



















