MajalahKita.com– Ada masa ketika anak-anak muda di Balikpapan yang bercita-cita menjadi aktor atau aktris harus mencari peluang hingga ke luar daerah. Kesempatan belajar akting sangat terbatas, begitu pula akses untuk bertemu rumah produksi maupun mengikuti proses casting. Kini, pemandangan itu mulai berubah.
Dalam beberapa tahun terakhir, geliat industri perfilman di Balikpapan terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Proses casting semakin sering digelar, komunitas kreatif bermunculan, kelas akting hadir di berbagai tempat, dan para konten kreator berlomba menghadirkan karya terbaik mereka di dunia digital.
Bagi Agust Sabhara, yang lebih dikenal sebagai Bang Bara, perubahan ini bukan sekadar tren, melainkan awal terbentuknya ekosistem perfilman yang semakin sehat. Sebagai Ketua Film Balikpapan Community (FBC) sekaligus pelopor kelas akting di Balikpapan, ia mengaku bersyukur melihat semakin banyak pihak yang ikut membangun dunia seni peran di kota ini.
“Yang membuat saya bahagia bukan karena siapa yang memulai, tetapi karena sekarang anak-anak muda memiliki banyak pilihan untuk belajar dan berkembang. Dulu ruang itu sangat terbatas, sekarang peluangnya jauh lebih terbuka,” tuturnya.
Sejak FBC berdiri dan menghadirkan kelas akting sebagai wadah pembinaan talenta lokal, Bang Bara melihat semakin banyak komunitas, manajemen talenta, hingga pelaku industri kreatif yang ikut membuka ruang serupa. Menurutnya, hal tersebut merupakan pertanda bahwa minat masyarakat terhadap industri film terus meningkat.
Dengan pengalaman sebagai mantan Video Jurnalis tvOne, Bang Bara juga mengamati perubahan besar dalam pola konsumsi media. Kehadiran platform digital membuat profesi kreatif semakin diminati. Konten kreator tumbuh pesat, sementara industri film daerah mulai mendapatkan perhatian yang lebih luas.
Namun, di balik peluang yang besar, ia mengingatkan bahwa popularitas bukanlah tujuan akhir.
“Nama besar bisa datang kapan saja, tetapi kualitas, disiplin, dan etika berkarya adalah yang membuat seseorang mampu bertahan di industri. Talenta harus terus diasah agar ketika kesempatan datang, mereka sudah siap,” ujarnya.
Bang Bara berharap semakin banyak rumah produksi nasional menjadikan Balikpapan sebagai lokasi produksi sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas kepada talenta lokal untuk tampil di layar lebar maupun platform digital. Baginya, kemajuan industri kreatif hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antarkomunitas, rumah produksi, pemerintah, dan para pelaku seni.
Melalui Film Balikpapan Community (FBC), ia menegaskan komitmennya untuk terus mencetak aktor, aktris, kru film, dan kreator konten yang mampu bersaing di tingkat nasional. Menurutnya, semakin banyak komunitas dan kelas akting yang lahir, semakin besar pula peluang Balikpapan menjadi salah satu pusat lahirnya insan perfilman berbakat di Indonesia.
Redaksi Majalah Kita | Advertorial





















