Mahasiswa ITK Asal Papua Jadi Sorotan, Nerion Kogoya Serukan Kepedulian Terhadap Pencegahan HIV di Balikpapan

Berita, Nasional1313 Dilihat

MajalahKita.com – Nama Nerion Kogoya, mahasiswa berusia 23 tahun asal Papua yang sedang menempuh pendidikan di Institut Teknologi Kalimantan (ITK), menjadi perbincangan publik setelah aksi damai yang ia lakukan bersama sejumlah mahasiswa asal Papua di kawasan Balikpapan Baru viral di media sosial.

Dalam aksi tersebut, mereka membentangkan spanduk berisi ajakan untuk menolak aktivitas LGBT sekaligus menyerukan pentingnya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan penyebaran HIV/AIDS. Aksi itu berlangsung tertib tanpa tindakan anarkis dan mendapat perhatian luas dari masyarakat, sehingga menjadi sorotan publik dan menuai berbagai respons.

Menurut Nerion, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Ia menilai meningkatnya kasus HIV di Kalimantan Timur menjadi alasan mengapa edukasi dan langkah pencegahan perlu terus diperkuat.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap masa depan generasi muda. Pencegahan HIV harus menjadi perhatian bersama. Kami berharap masyarakat Balikpapan ikut menjaga lingkungan sosial yang sehat dan menolak aktivitas LGBT sesuai dengan keyakinan dan pandangan yang kami anut, serta tetap mengedepankan penyampaian aspirasi secara damai,” ujar Nerion Kogoya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalimantan Timur hingga September 2025, tercatat 1.193 kasus HIV/AIDS, yang terdiri dari 978 kasus HIV baru dan 215 kasus AIDS. Dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, Kota Samarinda menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, disusul Kota Balikpapan, sehingga keduanya menjadi fokus utama program pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan.

Perlu dipahami bahwa HIV merupakan virus yang menular melalui perilaku berisiko, seperti hubungan seksual tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik secara bergantian, maupun penularan dari ibu kepada bayi. HIV tidak menular karena identitas atau orientasi seseorang. Oleh karena itu, para tenaga kesehatan menekankan pentingnya edukasi, pemeriksaan HIV secara sukarela, akses terhadap pengobatan, serta upaya pencegahan berbasis perilaku sehat.

Aksi damai yang dilakukan Nerion Kogoya bersama rekan-rekannya membuka ruang diskusi di tengah masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan publik sekaligus menghormati kebebasan menyampaikan pendapat secara damai. Terlepas dari beragam pandangan yang berkembang, berbagai pihak sepakat bahwa penanggulangan HIV/AIDS memerlukan edukasi yang berbasis fakta, peningkatan kesadaran masyarakat, serta dukungan terhadap layanan kesehatan agar angka penularan di Kalimantan Timur dapat terus ditekan.

Redaksi MajalahKita.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *