Nada belajar musik dari alat seadanya, lalu menemukan jalan ke produksi film. Ini cerita prosesnya.
Nada tidak tumbuh besar di keluarga musisi. Alat pertama yang ia mainkan adalah keyboard tua milik pamannya, yang dua tombolnya sudah tidak berfungsi. Ia belajar menutupi kekurangan itu dengan mengubah susunan lagu.
Dari kebiasaan itu, Nada mulai menulis lagu sendiri. Tema liriknya sederhana: kampung halaman, teman sekolah, dan keinginan untuk pergi jauh tanpa lupa jalan pulang.
Berjumpa dengan film
Titik baliknya terjadi saat ia diminta mengisi musik latar untuk film pendek komunitas. Pengalaman itu membuka pandangan barunya: musik bukan hanya lagu, tapi bagian dari cerita.
Saya baru sadar, satu nada bisa mengubah arti sebuah adegan. Itu hal paling menyenangkan yang pernah saya pelajari.
Sejak itu Nada mendalami tata suara dan scoring sederhana, memakai perangkat lunak gratis yang dipelajarinya dari tutorial.
Yang sedang dikerjakan
Sekarang Nada ikut menggarap musik untuk satu film pendek anak-anak yang akan diputar di festival daerah. Ia berharap bisa terus bekerja di persimpangan musik dan film, dua hal yang baginya sudah tidak bisa dipisahkan.
Dukung Majalahkita.com
Bantu kami terus menghadirkan cerita dan informasi inspiratif.
Dukung Majalahkita.com
Pindai kode QRIS dengan aplikasi bank atau e-wallet Anda.
Terima kasih atas dukungan Anda untuk jurnalisme lokal.