Siswa berprestasi dengan rata-rata nilai 94,5. Bagi Khayla Sulfa Nadyra, angka itu bukan akhir, melainkan tanda ia siap belajar hal baru.
Nama Khayla Sulfa Nadyra muncul di papan pengumuman sekolah dengan rata-rata nilai 94,5 — angka tertinggi di angkatannya. Namun ketika ditanya soal itu, ia lebih banyak bercerita tentang pengalaman belajar berkelompok.
Khayla tinggal di Balikpapan dan dikenal sebagai siswa yang rajin membantu teman sekelas yang tertinggal, terutama pada mata pelajaran matematika dan bahasa Inggris.
Kebiasaan kecil yang konsisten
Tidak ada jadwal belajar ekstrem di kesehariannya. Ia menyebut tiga kebiasaan yang ia jaga: mencatat dengan bahasa sendiri, mengerjakan latihan sebelum tidur, dan menanyakan hal yang belum dipahami pada hari yang sama.
Kalau saya tunda pertanyaan sampai besok, saya sudah kehilangan rasa penasarannya.
Guru wali kelasnya menilai Khayla sebagai pribadi yang tidak terlalu berisik soal pencapaian. "Yang membuat saya terkesan, dia selalu jadi orang pertama yang menyiapkan bahan diskusi," katanya.
Ingin jadi peneliti
Di luar akademik, Khayla menekuni menulis dan menjadi anggota kelompok ilmiah remaja. Cita-citanya cukup spesifik: menjadi peneliti di bidang lingkungan, agar ia bisa ikut menyelesaikan persoalan kualitas udara di kotanya.
Dukung Majalahkita.com
Bantu kami terus menghadirkan cerita dan informasi inspiratif.
Dukung Majalahkita.com
Pindai kode QRIS dengan aplikasi bank atau e-wallet Anda.
Terima kasih atas dukungan Anda untuk jurnalisme lokal.