Pagi berlatih handball, sore latihan akting. Zizan membuktikan dua dunia yang berbeda bisa ia jalani sekaligus.
Zizan selalu punya dua tas di dekat pintu rumahnya: satu berisi perlengkapan latihan handball, satu lagi berisi naskah dan buku catatan akting. Ia berangkat pagi untuk berlatih fisik, dan sorenya bergegas ke studio komunitas untuk latihan panggung.
Prestasi Zizan di lapangan tidak bisa dianggap remeh. Ia ikut membawa timnya ke babak semifinal turnamen pelajar tingkat provinsi, dengan rata-rata sembilan gol per pertandingan.
Ketika handball dan akting saling menguatkan
Banyak orang mengira pilihannya saling mengganggu. Zizan justru merasa dua dunia itu memberi keuntungan satu sama lain.
Handball mengajarkan saya membaca gerak lawan. Akting mengajarkan saya membaca suasana. Dua-duanya soal memperhatikan orang lain.
Instruktur aktingnya, seorang sutradara teater Balikpapan, menyebut Zizan sebagai pemain yang cepat menangkap arah. "Dia bukan tipe yang menunggu diarahkan. Dia memberi pilihan," ujarnya.
Rencana setelah lulus
Tahun depan Zizan akan menuntaskan sekolah menengahnya. Ia belum ingin memilih salah satu, dan ia tidak merasa terburu-buru. Rencana jangka pendeknya sederhana: mengikuti seleksi daerah untuk handball, sekaligus ikut satu produksi film pendek yang difasilitasi komunitas kreatif setempat.
Dukung Majalahkita.com
Bantu kami terus menghadirkan cerita dan informasi inspiratif.
Dukung Majalahkita.com
Pindai kode QRIS dengan aplikasi bank atau e-wallet Anda.
Terima kasih atas dukungan Anda untuk jurnalisme lokal.