Asosiasi pengusaha Kalimantan Timur menyoroti perlunya pelatihan keterampilan agar tenaga kerja lokal siap mengisi kebutuhan industri.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalimantan Timur menilai daya saing industri daerah hanya bisa naik bila keterampilan tenaga kerja lokal ikut diperbaiki. Persoalannya bukan jumlah lapangan kerja, melainkan kecocokan antara kebutuhan perusahaan dan keahlian pencari kerja.
Dalam forum bersama pelaku usaha dan sekolah kejuruan, asosiasi mencatat beberapa keterampilan yang paling banyak dicari: pengoperasian mesin, keselamatan kerja, pengelasan, kelistrikan dasar, dan administrasi pergudangan.
Menutup jarak antara sekolah dan industri
Salah satu usulan yang menguat adalah program magang yang lebih terstruktur. Selama ini magang sering hanya formalitas tanpa pendampingan, sehingga peserta lulus tanpa gambaran nyata soal pekerjaan.
Kalau lulusan tahu apa yang diharapkan di tempat kerja, perusahaan tidak perlu melatih dari nol setiap kali merekrut.
Pelaku usaha juga meminta pemerintah daerah mempermudah perizinan usaha kecil yang menjadi pemasok komponen industri, karena rantai pasok yang kuat menekan biaya produksi.
Harapan ke depan
Asosiasi berencana menyusun daftar kebutuhan keterampilan secara berkala agar sekolah dan lembaga pelatihan punya acuan. Daftar itu akan dibagikan terbuka kepada pemerintah daerah dan lembaga pendidikan.
Bagi pekerja yang sudah masuk industri, pelatihan ulang dinilai sama penting agar keterampilan tetap relevan ketika proses produksi berubah.
Dukung Majalahkita.com
Bantu kami terus menghadirkan cerita dan informasi inspiratif.
Dukung Majalahkita.com
Pindai kode QRIS dengan aplikasi bank atau e-wallet Anda.
Terima kasih atas dukungan Anda untuk jurnalisme lokal.