Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat pendampingan usaha, pelatihan, dan ruang promosi bagi pelaku ekonomi kreatif di kota itu.
Pemerintah Kota Balikpapan menyatakan dukungan bagi pelaku ekonomi kreatif lokal semakin diperkuat tahun ini. Bentuknya bukan hanya bantuan modal, tetapi juga pendampingan usaha, pelatihan keterampilan, dan ruang promosi pada agenda-agenda kota.
Menurut pendataan dinas terkait, subsektor yang paling banyak menyerap pelaku usaha muda adalah kuliner, kriya, desain komunikasi visual, dan produksi konten digital. Empat subsektor itu menyumbang porsi terbesar dari pendaftaran pelaku usaha baru.
Pendampingan, bukan sekadar bantuan
Pelaku usaha yang ikut program diminta menyusun rencana usaha sederhana, termasuk target penjualan dan perhitungan biaya produksi. Pendampingan berjalan berkelompok agar peserta bisa saling bertukar pengalaman.
Bantuan yang paling berguna bukan uangnya, tapi tahu cara menghitung harga jual dan menjaga pelanggan tetap datang.
Selain pelatihan, pemerintah kota menyiapkan ruang pamer produk kriya dan kuliner pada agenda bulanan di kawasan Balikpapan Selatan. Pelaku usaha dapat mendaftar tanpa biaya sewa, dengan catatan produk yang dijual memenuhi standar kemasan dan kebersihan.
Tantangan yang masih dihadapi
Kendala utama yang dilaporkan pelaku usaha muda adalah pemasaran daring dan keterbatasan peralatan produksi. Karena itu, program tahun ini menambahkan sesi foto produk, penulisan deskripsi jualan, dan pengenalan pembukuan digital sederhana.
Pemerintah kota berharap pendekatan berkelanjutan ini membuat usaha kreatif lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitarnya.
Dukung Majalahkita.com
Bantu kami terus menghadirkan cerita dan informasi inspiratif.
Dukung Majalahkita.com
Pindai kode QRIS dengan aplikasi bank atau e-wallet Anda.
Terima kasih atas dukungan Anda untuk jurnalisme lokal.