Berawal dari satu rak buku di balai desa, komunitas literasi Muara Jawa kini mendampingi puluhan anak menulis cerita sendiri.
Awalnya hanya satu rak buku sumbangan di balai desa Muara Jawa. Kini rak itu menjadi pusat kegiatan komunitas literasi yang aktif setiap akhir pekan, dengan puluhan anak datang untuk membaca dan menulis.
Penggerak komunitas ini adalah para pemuda desa yang sebagian besar masih berstatus mahasiswa. Mereka membagi waktu antara kuliah dan mendampingi anak-anak pada Sabtu pagi.
Dari membaca ke menulis
Tahap pertama kegiatan adalah membaca bersama. Setelah anak-anak nyaman, mereka diberi tugas sederhana: menuliskan pengalaman satu hari dalam satu paragraf.
Anak-anak tidak kekurangan cerita. Mereka hanya butuh tempat dan waktu untuk menuliskannya.
Dari kumpulan tulisan itu, komunitas berencana menerbitkan buku kecil berisi cerita anak-anak tentang sungai, sekolah, dan kampung mereka.
Kebutuhan yang masih kurang
Kendala utama saat ini adalah jumlah buku bacaan yang masih terbatas dan ruang belajar yang bergantung pada izin penggunaan balai desa. Komunitas terbuka bagi siapa pun yang ingin menyumbang buku bacaan anak atau ikut menjadi pendamping.
Dukung Majalahkita.com
Bantu kami terus menghadirkan cerita dan informasi inspiratif.
Dukung Majalahkita.com
Pindai kode QRIS dengan aplikasi bank atau e-wallet Anda.
Terima kasih atas dukungan Anda untuk jurnalisme lokal.