AI generatif bukan lagi barang mahal. Bagaimana dampaknya bagi pekerja kreatif di Kalimantan Timur?
Dua tahun terakhir, alat bantu berbasis kecerdasan artifisial generatif berubah dari bahan perbincangan teknis menjadi perkakas harian. Desainer, penulis, dan pembuat video di Kalimantan Timur mulai memakainya untuk hal-hal kecil: membuat sketsa awal, menyusun struktur naskah, atau membersihkan audio rekaman.
Perubahan ini terjadi bukan karena perusahaannya besar, melainkan karena biayanya murah. Banyak alat bisa dipakai gratis atau dengan langganan bulanan yang setara harga satu kali makan di luar.
Yang berubah, yang tidak
Pekerjaan yang paling terdampak adalah bagian yang paling mekanis: penyuntingan dasar, penyusunan variasi konten, dan pembuatan aset kasar. Sebaliknya, kemampuan memahami kebutuhan klien, memilih arah cerita, dan menjaga kepercayaan justru semakin bernilai.
AI itu mempercepat proses, bukan menggantikan tanggung jawab. Kalau hasilnya salah, yang disalahkan tetap manusia yang mengirimnya.
Kesempatan untuk daerah
Bagi pelaku kreatif di daerah, teknologi ini menyamakan sebagian besar lapangan permainan. Klien di kota besar tidak perlu tahu apakah video dikerjakan dari Balikpapan atau Jakarta selama hasilnya baik dan komunikasinya rapi.
Yang paling penting justru hal yang tidak bisa dihasilkan mesin: cerita lokal yang benar-benar dipahami. Di sinilah posisi pembuat konten daerah masih sangat kuat.
Dukung Majalahkita.com
Bantu kami terus menghadirkan cerita dan informasi inspiratif.
Dukung Majalahkita.com
Pindai kode QRIS dengan aplikasi bank atau e-wallet Anda.
Terima kasih atas dukungan Anda untuk jurnalisme lokal.